Minggu , 17 Desember 2017

Diundang Hadiri Reuni 212, Lieus Sungkharisma Puji Bangkitnya Persatuan Islam

Alumni 212 menggelar acara reuni akbar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017), hari ini, untuk mengenang ‘Aksi Super Damai Bela Islam III’ yang juga dilaksanakan di tempat tersebut, setahun yang lalu.

Salah seorang tokoh nonmuslim yang diundang untuk ikut berpartisipasi adalah Koordinator Komunitas Tionghoa Antikorupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma.

“Ternyata para aktivis Islam tidak melupakan saya,” katanya kepada NNC, Jumat (1/12/2017),

Lieus berjanji akan hadir dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 sebagai balasan atas undangan tersebut, sekaligus ingin menunjukkan betapa sesungguhnya tidak ada masalah antarumat beragama di Indonesia.

“Penerimaan umat Islam pada kehadiran saya membuktikan bahwa umat Islam bukanlah umat yang menolak penganut agama lain. Setahun lalu, mereka bahkan menyambut hangat kehadiran saya dan kawan-kawan yang berbeda agama,” ujarnya.

Wow!:  Saat UU Perkawinan Disahkan, Pemohon Uji Materi ke MK Belum Lahir

Lieus yakin, apa yang dilakukan para tokoh Islam dengan mengadakan reuni ini, bukan saja sekadar mengenang Aksi 212, tetapi akan menghasilkan program yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Sebab, reuni ini pastilah bukan sekadar untuk mengenang Aksi Bela Islam yang mereka lakukan setahun lalu, tapi lebih sebagai wujud untuk semakin memperkokoh persatuan antarumat Islam di Indonesia, dan antarumat Islam dengan umat beragama lainnya,” ungkapnya.

“Saya kira reuni ini adalah kegiatan yang baik. Apalagi jika dengan reuni ini nantinya bisa dihasilkan suatu program yang lebih bermanfaat bagi bangsa dan negara,” sambungnya.

Wow!:  Tepisan Tangan Komandan Brimob dan Dilema Tito Karnavian

Seperti diketahui, Lieus Sungkharisma memang dikenal sebagai tokoh nonmuslim yang aktif terlibat dalam setiap Aksi Bela Islam terkait penistaan agama yang dilakukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta kala itu, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Keterlibatannya kala itu, disebut Lieus, sebagai wujud dari partisipasinya sebagai warga negara demi menjaga keberagaman dan kebhinnekaan Indonesia.

“Waktu itu saya hanya ingin menegaskan sikap saya bahwa tidak boleh ada seorang pun di negeri ini, siapapun dia, yang dapat seenaknya melecehkan dan menistakan agama orang lain. Karena itulah saya mendukung aksi tersebut,” ucap dia.

Karena itu tokoh Tionghoa ini sangat menyayangkan bila ada tokoh umat Islam yang justru mengeritik dan tidak setuju dengan kegiatan tersebut, serta melontarkan pernyataan seakan-akan mengecilkan makna dari reuni para aktivis Bela Islam 212.

Wow!:  Anggota DPD Asal Bali Arya Wedakarna Akan Dilaporkan ke Mabes Polri

Apalagi, dijelaskan Koordinator Forum Rakyat ini, meski Aksi 212 pada Jumat (2/12/2016) silam diikuti jutaan umat, aksi itu berjalan damai dan tidak ada satu pohon pun di Jakarta yang rusak.

​“Sebab siapapun tahu, berkat Aksi 212 itulah kita bisa melihat bagaimana kuatnya persatuan umat Islam di Indonesia. Dari aksi itu pula kita bisa memahami betapa umat Islam Indonesia sesungguhnya sangat besar kecintaannya pada bangsa dan negara ini,” tandasnya.

sumber: netralnews.com

Shares