Sabtu , 25 November 2017

Cerita Diminta Menangkap Ust. Ba’asyir, Yusril: Saya Ketua Partai Islam, Saya Bisa Menggerakkan Terorisme Lebih Besar Lagi

Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra mengaku pernah diminta oleh ‘orang kulit putih’ untuk menangkap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Hal itu terjadi saat ia masih menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM.

Suatu ketika, ia bersama Menteri Luar Negeri Iran mendapat kepercayaan memimpin sidang darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Namun ia tak menceritakan secara detail, kapan, dimana dan siapa saja yang bersangkutan dengan peristiwa ini.

Setelah menyelesaikan sidang yang membahas seputar terorisme, Yusril pun memilih kembali ke kamarnya di sebuah hotel. Namun, dari luar kamar tiba-tiba terdengar seseorang yang mengetok pintu kamarnya.

Wow!:  Penolakan Felix Siauw di Bangil Atas Komando Ketua Umum GP Ansor

“Usai sidang itu saya ke kamar. Tiba-tiba kamar saya diketok orang dan saya lihat ada tamu kulit-kulit putih yang nggak saya kenal. Saya menduga mereka CIA. Mereka meminta supaya saya bisa menangkap Abu Bakar Ba’asyir,” ujarnya di Aula Terapung Universitas Indonesia (UI), Depok pada Jumat (27/10).

Menjawab keinginan ‘tamu tak diundang itu’, Yusril menjelaskan dua hal berkenaan wewenang dan prosedur penangkapan. Pertama, Yusril menegaskan bahwa ia menjabat sebagai Menteri Kehakiman (baca: Menteri Hukum dan HAM). Sebagai Menteri Kehakiman, Yusril menyatakan bahwa ia tidak punya otoritas untuk menangkap.

Wow!:  Ribuan Warga Disandera, Kapolri dan Panglima TNI diminta Turun Langsung ke Papua

“Tugas saya untuk membuat hukum,” ungkap Yusril. “Kedua, report intelijen tidak bisa dijadikan dasar untuk menangkap seseorang. Harus berdasarkan kepada fakta dan bukti,” ucapnya.

Yusril bercerita, “Saya bilang pada mereka, ‘kalau Anda takut kepada Abu Bakar Ba’asyir, seharusnya Anda lebih takut kepada saya.” Yusril lantas mengenalkan dirinya sebagai Ketua Partai Bulan Bintang.

Wow!:  Partai Pemihak Rakyat Masih Langka

“Saya ini ketua partai Islam dan saya bisa menggerakkan terorisme lebih besar dari yang bisa digerakkan oleh Abu Bakar Ba’asyir,” ucapnya.

Menurut Yusril, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir tidak lebih dari seorang guru. Namun, ia mengatakan bahwa prihal tentang Ustadz Abu Bakar Ba’asyir hanya dibesar-besarkan oleh Amerika.

“Tekanan Amerika supaya Ustadz Abu Bakar Baasir ditangkap itu luar biasa. Dan saya pikir Abu Bakar Ba’asyir dibesarkan oleh Amerika yang pada kenyataannya tidak sebesar itu,” tukasnya
kiblat.net

Shares