Sabtu , 25 November 2017

Buni Yani: Saya Akan Terus Berjuang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman satu tahun enam bulan penjara terhadap terdakwa Buni Yani. Ia dinyatakan bersalah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik.

Atas vonis tersebut, Buni Yani mengaku merasa terzalimi. “Saya divonis 1,6 tahun, dan saya merasa terdzalimi. Saya masih akan terus berjuang dan mengajukan banding,” ujar Buni Yani saat menemui massa pendukungnya, seusai sidang, Selasa, 14 November 2017.

Buni Yani menemui massa pendukung yang memadati area sekitar ruang sidang di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung sekitar pukul 15.55 WIB. Ia menemui massa di bawah guyuran hujan, dengan didampingi kuasa hukumnya.

Wow!:  Pernyataan Viktor Dianggap Menyerempet Genosida

Adapun kuasa hukum Buni Yani mengatakan, pihaknya akan terus mengawal dan memperjuangkan kasus tersebut hingga keadilan ditegakkan.

Siang itu massa pendukung Buni Yani memang memadati ruang sidang dengan agenda pembacaan vonis di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung.

Tidak hanya di dalam ruang sidang, di luar gedung juga dibanjiri massa pendukung mengatasnamakan presidium alumni 212.

Kedatangan massa pendukung tersebut untuk mengawal persidangan. Bahkan unjuk rasa yang mereka lakukan memaksa aparat kepolisian menutup akses di Jalan Seram juga sebagian Jalan Ambon.
Pembacaan vonis

Wow!:  Tolak Reklamasi, Ratusan Mahasiswa Muhammadiyah Demo Luhut

Menurut hakim terdakwa Buni Yani terbukti bersalah dan meyakinkan melanggar pasal 31 ayat 1 jo pasal 48 ayat 1 Undang – Undang RI nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Eleltronik jo Undang – Undang RI nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11/2008 tentang ITE.

Menurut hakim Buni Yani telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menambah, mengurangi, melakukan transmisi dan menghilangkan suatu informasi elektronik dan dokumen elektronik milik orang lain. Dan oleh karena itu menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun enam bulan.

Wow!:  Mengaku Berubah Pikiran, Rina Nose Putuskan Lepas Hijab?

Putusan tersebut sudah berdasarkan pertimbangan. Hal memberatkan kata hakim, perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan antar umat bergama, tidak mengaku bersalah, dan seorang dosen yang harusnya memberikan contoh.

Hal meringankan menurut hakim, terdakwa belum pernah dihukum sebelumnya. Dan mempunyai tanggungan keluarga.

Namun dalam putusan hakim tersebut tidak ada perintah kurungan. Sebab menurut hakim masih ada upaya hukum lainnya. Atas putusan tersebut kuasa hukum Buni Yani langsung menyatakan banding. Sementara dari jaksa menyatakan pikir-pikir. (Dani Ramdani)***

pikiranrakyat.com, 14/11/2017

Shares