Sabtu , 16 Desember 2017

Bubarkan HTI Jokowi Lahirkan Kembali Rezim Otoriter

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Miko Ginting menegaskan bulan Mei menjadi bulan yang sangat penting bagi rezim Joko Widodo.

Selain karena bulan ini banyak tragedi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi pada masa silam tidak bisa diugkap oleh Jokowi, ada dua kejadian yang dianggap justru dikhawatirkan menambah suram masa depan HAM di Indonesia.

Wow!:  MUI Minta Dilibatkan Tangani HTI, Pemerintah tidak seharusnya bertindak represif terhadap HTI

“Bulan Mei banyak melewati tragedi, ujian. Kasus Marsinah, Trisaksi, penculikan aktivis dan lain sebagainya tidak berhasil diungkap. Ditambah lagi bulan ini rezim Jokowi malah bubarkan ormas,”kata Miko usai menggelar Aksi Kamisan ke-493 di depan Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/5).

Wow!:  Fraksi Gerindra Tolak Perppu Ormas Dijadikan UU

“Rezim penguasa yang otoriter dan pernah berkuasa di Indonesia berpotensi lahir kembali. Kita sadari tibalah pada persimpangan demokrasi. Kita harus memilih, jalan lurus atau justru balik kembali. Rezim ini membubarkan ormas dan teman kita dikriminalisasi penguasa,” tambah Miko.

Wow!:  Choerul Anam: Muara Pertemuan Nahdhotul Ulama dan Hizbut Tahrir

Menurut Miko, upaya pemerintah Jokowi yang akan membubarkan organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tanpa mekanisme sesuai undang-undang, bahkan belakangan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) agar dengan mudah membubarkan HTI justru menandakan rezim otoriter akan bangkit kembali.

(rmoljabar)

Shares