Senin , 20 November 2017

Bisnis Ritel Masuki Zona Kritis, Taipan Lippo Akui Sektor Bisnisnya Tertekan

Seiring anjloknya daya beli masyarakat dalam beberapa tahun ini, sektor bisnis yang paling merasakan dampaknya adalah sektor ritel.

Hal ini pun diakui oleh salah satu konglomerat Tanah Air, James Riady. Taipan yang memiliki gurita bisnis Lippo Group ini memiliki lini bisnis di sektor ritel, yakni Matahari Departement Store dan Hypermart.

Akhir-akhir ini banyak gerai ritel milik Lippo itu ditutup karena adanya perubahan pola belanja masyarakat dan ketatnya persaingan. Hal ini tak lepas juga dari penurunan daya beli masyarakat.

Baca Juga  Pengamat: Pembahasan RUU Penyiaran penuh nuansa politik dan bisnis

“Memang saat ini dunia retail menghadapi siklus yang kritis,” ungkap James, di Istana Merdeka, Jakarta, ditulis Minggu (29/10).

Kondisi pelemahan sektor ritel ini, kata dia, karena adanya pola konsumsi dari masyarakat yang berubah, selain penurunan daya beli tentunya.

“Sehingga hal ini membuat persaingan hypermarket dan mini market sangat dinamis,” tandas James lagi.

Baca Juga  NU: "Akun Abu Janda Tak Ada Kaitannya dengan Ansor" Harusnya Banser tak Mudah Terprovokasi Oleh Manusia Ini

‎Menurut James, pelaku bisnis ritel saat ini perlu melakukan transformasi bisnisnya sesuai dengan pola masyarakat, namun bukan berarti semuanya beralih ke dunia online.

“Satu sisi pengembangkan bisnis ritel saat ini (offline) tetap ada, tapi di lain sisi online mesti dikembangkan secara agresif,” jelasnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani sudah jauh-jauh hari mengingatkan akan kondisi daya beli masyarakat yang anjlok di masyarakat.

Baca Juga  (Video) Pengakuan Mengejutkan "Mawar" Mantan Pekerja Alexis Di ILC tvOne

Sehingga perlu ada kebijakan stimulus untuk memangkas beberapa tarif pajak seperti Pajak Penghasilan (PPh) ataupun Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini dilakukan agar masyarakat terpicu untuk melakukan belanja.

“Ini kami usulkan terus. Memang bisa menurunkan penerimaan tapi membuat masyarakat bisa spending dan multiplier effect-nya jauh lebih tinggi lagi nantinya,” cetus Rosan di tempat yang sama.

aktual

Shares