Sabtu , 25 November 2017

BI: Daya Beli Orang Kelas Menengah Bawah Turun

Bank Indonesia (BI) turut mencatat penurunan daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah. Sehingga berpengaruh besar terhadap perekonomian nasional.

“Karena menurun, sektor rumah tangga lebih hati-hati. Lebih selektif dalam konsumsi, utamanya ini terjadi untuk kelompok rumah tangga yang di bawah middle income hingga lower income. Jadi daya beli turun di situ, golongan menengah ke bawah yang melemah,” kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara seminar National and Regional Balance Sheet: Toward an Integrated Macrofinancial System Stability, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Wow!:  Genjot Pembangunan Infrastruktur, Presiden Hanya Untungkan Industri Otomotif Saja

Dia menjelaskan, daya beli lemah tak mempengaruhi kelompok atas atau orang kaya, karena tingkat pendapatannya terus meningkat. “Makanya kalau dilihat dari dana pihak ketiga (DPK) bank naik 11% itu akan terlihat dari analisis ini kelihatan dan digabung dengan indikator makro dan sektor riil,” ujarnya.

Wow!:  Menteri Pertahanan: Itu Amerika, Jangankan Orang Biasa, Presidennya Saja Dibunuh!

Dari data uang beredar BI per September perolehan dana pihak ketiga (DPK) perbankan nasional tercatat Rp 4.992 triliun meningkat 11,1% dibandingkan periode bulan sebelumnya Rp 4.237 triliun.

Untuk DPK giro tercatat Rp 1.110 triliun tumbuh 12% dibandingkan periode bulan sebelumnya Rp 1.073 triliun. Kemudian DPK tabungan tercatat Rp 1.592 triliun tumbuh 10,1% dibandingkan bulan sebelumnya Rp 1.562 triliun.

Wow!:  Akhirnya Polisi Tetapkan HA (jurnalis Metro TV) Sebagai Tersangka

Sedangkan untuk simpanan berjangka atau deposito tercatat Rp 2.290 triliun atau tumbuh 11,3% dibandingkan periode bulan sebelumnya.

Pertumbuhan DPK terjadi pada seluruh jenis simpanan kecuali giro berdenominasi valas yang turun 5,5%. Sementara itu untuk DPK berdenominasi rupiah terakselerasi menjadi tumbuh 11,8% dari sebelumnya 9,8% yang terjadi pada seluruh jenis simpanan.

detik

Shares