Sabtu , 25 November 2017

Aneh! Sambil Bacakan Tututan Ahok, Jaksa Penuntut ‘Kok’ Malah Salahkan Buni Yani

Buni Yani sebagai pengunggah video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai jaksa ikut berperan dalam menimbulkan keresahan di negara ini. Singgungan Buni Yani saat jaksa membacakan tuntutan Ahok dalam kasus penodaan agama.

“Timbulnya keresahan di masyarakat tidak dapat dilepaskan adanya unggahan dari orang yang bernama Buni Yani,” ujar Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Ali Mukartono di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Auditoriun Kementerian Pertanian, Kamis (20/4).

Wow!:  Obat Dibuang Dokter Ditendang, Perumpamaan Rezim Sakit Jokowi

Jaksa pun telah menuntut Ahok dengan hukuman satu tahun dan masa percobaan selama dua tahun. “Menuntut menyatakan Ahok terbukti bersalah dengan menyatakan permusuhan, penghinaan sebagaimana dalam pasal 156 KUHP, menjatuhkan pidana penjara satu tahun dan masa percobaan dua tahun.”

Wow!:  Antara Persaudaraan dan Cinta

Hal-hal yang dianggap memberatkan adalah menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di masyarakat. Adapun hal yang meringankan adalah sikap Ahok yang sopan di persidangan, turut andil dalam pembangunan dan terdakwa mengaku telah bersikap humanis.

Kasus Ahok bermula dari pidatonya saat berkunjung ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016 yang menyitir Surat Al-Maidah ayat 51.

Wow!:  Putri Gus Dur Ungkap Hal Ini soal Hina Fisik, Netizen Malah Bela Ustaz Somad, Rina memang kurang ajar.

Penggalan video pidato ini kemudian diunggah oleh Buni Yani di Facebook. Dia kemudian dilaporkann ke kepolisian dan dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 11 tentang ITE dan Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (aktual)

Shares