Senin , 20 November 2017

Aktivis Politik: Tafsir Tunggal Anti-Pancasila ala Penguasa untuk Serang Lawan Politik Jokowi di Pilpres

Jika Pemerintah bertindak sebagai pemilik tafsir tunggal antiPancasila sangat berbahaya bagi demokrasi. Hal itu juga akan berujung pada berkuasanya rezim diktator di Indonesia.

Pendapat itu disampaikan aktivis politik Rahman Simatupang (27/10). “Tafsir tunggal antiPancasila hanya milik pemerintah, itu sangat berbahaya bagi demokrasi dan bisa menyasar kelompok Islam lain,” kata Rahman Simatupang.

Baca Juga  Fredrich Minta yang Nuntut Novanto Lebih Baik Keluar dari Indonesia

Kata Rahman, Pancasila sebagai ideologi negara yang perlu banyak penafsiran, terlebih di era milineal sekarang ini. “Kalau hanya tafsir antiPancasila milik Pemerintah, bisa jadi yang mengkritisi Pemerintah langsung bisa dicap antiPancasila,” ungkap Rahman.

Baca Juga  Geger! Ustadz Abdul Somad Malah Bilang Begini Saat Ditanya Tentang Fenomena Rina Nose

Rahman menilai, tafsir tunggal anti Pancasila ala pemerintah ini polanya mirip saat Pilkada DKI Jakarta. “Yang berseberangan dengan Ahok langsung dicap antiPancasila dan radikal. Nantinya tafsir tunggal ini untuk menyerang lawan politik Jokowi di Pilpres 2019,” jelas Rahman.

Baca Juga  Pasukan Elite Kodam Diturunkan untuk Bebaskan Sandera Warga Papua

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, memang semestinya pemerintah yang memiliki tafsir tunggal soal anti-Pancasila. Pasalnya, kata dia, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga konstitusi dan ideologi negara. “Jadi memang yang memiliki (tafsir tunggal anti-Pancasila) tugas pemerintah,” kata Johnny (26/10).

itoday, 28/10/2017

Shares