Minggu , 17 Desember 2017

Aktivis HAM Dunia Serang Gubernur DKI Terkait LGBT, Kenapa?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan diserang aktivis HAM dunia dengan isu LGBT, mengingat mantan Rektor Universitas Paramdina didukung kelompok Islam.

Peringatan itu disampaikan pengamat politik Muslim Arbi kepada intelijen (27/10). “Surat HRW yang meminta Anies mengecam tindakan polisi yang mengerebek komunitas gay, hanya pintu masuk untuk menyerang Anies dalam kasus HAM,” kata Muslim Arbi.

Menurut Muslim, Human Rights Watch (HRW) sangat tidak suka dengan Anies karena kedekatannya dengan kelompok Islam. “Kalau isu HAM, kenapa HRW tidak mengecam ataupun surat teguran ke Ahok yang kejam dalam penggusuran,” tegas Muslim.

Wow!:  Angelina Jolie Angkat Bicara Soal Kekejaman ke Rohingya

Kata Muslim, aktivis HAM melalui HRW akan membawa isu HAM, termasuk LGBT, dalam isu internasional. “Nama Anies akan dibawa dalam isu internasional, karena dianggap tidak pro HAM, diskriminasi terhadap LGBT dan lain sebagainya,” jelas Muslim.

Muslim mengatakan, dengan membawa kasus ini dalam isu internasional, citra Anies akan jelek. “Jelek versi HAM barat, namun bagi rakyat Jakarta baik. Bisa jadi isu tersebut jadi agenda menghalangi Anies jadi Presiden,” papar Muslim.

Wow!:  Video Brutal Ormas Serang Ormas, Beritanya Datar-datar saja Tak Ada Cap Radikal, Ini dia videonya

Selain itu, kata Muslim, aktivis HAM dalam negeri termasuk pendukung LGBT akan menyerang Anies. “Selama ini, aktivis LGBT berada di kubu Ahok, dan ini kesempatan bagi mereka menyerang Anies karena jagoannya kalah di Pilkada DKI Jakarta,” pungkas Muslim.

Human Rights Watch (HRW) mengirimkan surat ke Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam surat itu, HRW meminta Anies untuk membuat komitmen secara spesifik untuk mempertahankan hak-hak atas komunitas agama, seksual, dan menjaga perekonomian kota.

Wow!:  Korban Mutilasi Karawang Disebut Sebagai Marketing Meikarta

“Gubernur Baswedan memiliki kesempatan yang unik untuk menjembatani komunitas berbeda dan memastikan Jakarta menghargai kewajiban hukum internasional,” ujar Direktur Asia, Brad Adams (25/10). “Ia bisa memulai dengan mengecam aksi polisi menggeruduk komunitas gay.” Kata Brad Adams.

itoday, 28/10/2017

Shares