Minggu , 17 Desember 2017

Aktivis BEM Jadi Tersangka, Guru Besar UI: Hati-Hati Nak! Sekarang Polri Punya Peluncur Granat

Sindiran keras dilontarkan guru besar Universitas Indonesia (UI), Nazaruddin Sjamsudin, terkait penetapan tersangka pada aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pasca kericuhan demontrasi mengkritisi tiga tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Nazaruddin Sjamsudin mengaitkan aksi mahasiswa dengan perlengkapan alutsista yang kini dimiliki Kepolisian. “Hati-hati nak ya, Polri kita sekarang punya peluncur granat loh,” sindir Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin.

Tetapi , kabarnya kata Nazaruddin, peluncur granat itu belum dilengkapi peluru. “Tapi konon pelurunya belum ada,” tulis @nazarsjamsuddin meretwet akun @kuntoadji yang sebelumnya menulis: “Semoga pak polisi hati-hati dengan peluncur itu karena dibeli pakai uang rakyat.”

Wow!:  Lenis: Dapat 1% Freeport, tujuh suku ini sekarang 'ngamuk', bagaimana satu persen dibagi?

Pasca penetapan tersangka aktivis BEM, melalui rilis di akun instagram, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI), menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak peduli dengan permintaan mahasiswa untuk berdialog.

“20 Oktober, Aksi 3 Tahun Jokowi-JK yang digelar ribuan mahasiswa berjalan dengan efektif hingga malam hari. Konsisten dengan aksi damai, kami percaya kami mampu bertahan sampai Presiden bisa ditemui. Namun yang kami dapatkan hanya sikap tidak peduli Jokowi. Tengah malam, pembubaran dari aparat kami turuti. Belum jauh dari tempat aksi, kami dilempari batu dan dipukuli. Tidak tanggung, hingga darah tertumpah. Empat belas teman kami ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya tanpa surat perintah penangkapan.” Demikian sebagian rilis BEM SI.

Wow!:  Setnov Punya Pengacara Baru, Sikap Fredrich Berubah

Ketum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak di akun Twitter @Dahnilanzar, menyampaikan rasa simpati pada aksi mahasiswa. “Mahasiswa bersuara, langsung dikriminalisasi??? Bener kah? Ini rezim Apa? Pak @jokowi dan Pak @Pak_JK cara-cara seperti ini harus dihentikan,” tegas Dahnil di akun Twitter @Dahnilanzar.

Wow!:  Obesitas Informasi dan Fenomena Aktivis Zaman Now

Tak hanya itu, Dahnil juga menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah siap membantu secara hukum aktivis mahasiswa yang ditetapkan sebagai tersangka. “Saya tidak tahu adik-adik yang dikriminalisasi ini. @pppemudamuh siap membantu secara hukum, bila ada yang kenal dengan mereka, silahkan hubungi @faisalprogresif (Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM & Advokasi Publik-red),” tulis @Dahnilanzar. (beng.ak/dc)

sumber: abadikini

Shares